Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Melonjak; Mingguan Masih Negatif 2 Persen

Oil-West_Texas_Pumpjack1-700x357

Harga minyak mentah naik pada perdagangan akhir pekan pada hari Jumat di AS untuk pertama kalinya dalam seminggu terdukung pelemahan dollar AS dan meredanya kekuatiran Brexit.

Dollar AS jatuh 0,5 persen, mundur dari 2 minggu tinggi pada hari Kamis yang telah membebani permintaan minyak berdenominasi dollar AS dari pemegang euro dan mata uang lainnya.

Kekuatiran Breixt pada akhir pekan mereda, setelah tweet dari Perdana Menteri Inggris David Cameron yang menyatakan bahwa semua kampanye di sekitar referendum 23 Juni telah ditangguhkan, menyusul berita bahwa Anggota Parlemen Buruh Jo Cox meninggal karena penembakan pada hari sebelumnya.

 

Penyebab penembakan itu tidak jelas, tapi ada spekulasi tindakan yang bisa mendorong lebih banyak pemilih untuk memilih untuk tetap di Uni Eropa.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate berakhir naik 3,8 persen lebih tinggi, atau $ 1,77, pada $ 47,98. Kontrak turun 3,8 persen pada sesi sebelumnya. Untuk minggu ini, minyak mentah WTI membukukan penurunan sekitar 2 persen lebih rendah, sebagian besar karena kekuatiran Brexit.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 2,05, atau 4,3 persen, pada $ 49,25 per barel, setelah merosot 3,6 persen pada sesi sebelumnya.

Sementara itu perusahaan jasa minyak Baker Hughes melaporkan perhitungan kilang minyak mingguan naik 9 menjadi total 337. Pada saat ini tahun lalu, pengebor mengoperasikan 631 kilang di ladang minyak AS. Ini adalah kenaikan mingguan ketiga berturut-turut dalam hitungan kilang minyak.

Beberapa analis memperingatkan bahwa dengan masa depan Inggris di Uni Eropa masih belum diketahui sampai suara Kamis depan, harga minyak bisa datang di bawah tekanan lagi.

Analis mengatakan bahwa investor telah menutup beberapa posisi pendek setelah seminggu perdagangan yang volatile, yang membantu untuk membuat beberapa koreksi harga minyak pada hari Jumat.

Julian Jessop, kepala ekonom dan kepala riset komoditas pada Capital Economics, mengatakan kepada Reuters Forum Oil Global bahwa situasi Brexit dapat menyebabkan aksi jual minyak tajam mengirim Brent ke level $ 40.Dia memperkirakan harga minyak mentah Brent dan WTI akan sekitar $ 45 per barel pada akhir 2016 dan sekitar $ 60 pada akhir 2017.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi bergerak naik dengan potensi melemahnya dollar AS dan meredanya kekuatiran Brexit. Harga akan menembus kisaran Resiatence $ 48,50- $ 49,00, dan jika harga turun akan menembus kisaran Support $ 47,50 – $ 47,00.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s