Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Anjlok Tertekan Peningkatan Produksi OPEC; Mingguan Merosot 1,7 Persen

oiloffshore1-700x357

Harga minyak mentah merosot pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (22/07), menghapus kenaikan minggu ini setelah sebuah perusahaan pelacak tanker melaporkan peingkatan pasokan OPEC.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS berakhir turun $ 1,15, atau 2,5 persen, pada $ 45,77 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun $ 1,30, atau 2,6 persen, pada $ 48 per barel pada pukul 2:38. ET (1838 GMT).

Pasokan minyak mentah OPEC Juli naik sebesar 145.000 barel per hari (bpd) dibandingkan Juni, Reuters melaporkan mengutip data dari PetroLogistics, sebuah perusahaan yang melacak perkiraan pasokan OPEC. Kenaikan pasokan minyak akan mendorong produksi di atas 33 juta barel per hari.

Pasokan yang lebih tinggi dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Nigeria akan mendorong kenaikan bulan ini, menurut PetroLogistics.

WTI membukukan penurunan hampir 1,7 persen dalam sepekan, setelah sebelumnya berada pada kecepatan untuk mencetak kenaikan mingguan sekitar 1,5 persen.

Kerugian sempat mereda setelah perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes melaporkan jumlah penurunan kilang pengeboran minyak yang beroperasi di Amerika Serikat turun satu kilang menjadi total 764. Jumlah kilang telah turun atau hampir tidak meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan tanda-tanda awal moderasi pertumbuhan produksi AS.

Data pemerintah menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan di pasokan minyak mentah dan bahan bakar A.S. telah mendorong harga minyak ke level tertinggi enam minggu awal pekan ini.

Penurunan akhir pekan juga terjadi karena investor bersiap menghadapi pertemuan kunci antara anggota OPEC dan non-OPEC minggu depan. Negara-negara penghasil minyak akan bertemu untuk membahas pemenuhan potongan produksi yang disepakati dan bagaimana menurunkan tingkat persediaan.

Produksi OPEC telah meningkat dalam dua bulan terakhir, didorong oleh pemulihan produksi di Libya dan Nigeria. Kedua anggota kartel tersebut dibebaskan dari sebuah kesepakatan di antara produsen minyak utama untuk memangkas produksi hingga Maret dalam upaya untuk mengurangi persediaan minyak mentah global dan mendukung harga komoditas.

OPEC dan eksportir minyak, termasuk Rusia, telah sepakat untuk memotong 1,8 juta barel per hari dari pasar.

OPEC menghadapi ketidakpastian yang meningkat setelah anggota OPEC mengatakan akan mulai meningkatkan produksi lagi karena alasan pendapatan, menurut analis.

Sebuah laporan bahwa Arab Saudi akan memangkas ekspornya lebih dari satu juta barel per hari secara singkat menaikkan harga awal pekan ini, namun reli tersebut segera memudar tanpa data pasti atau komitmen kuat dari Arab Saudi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah terpicu kekuatiran peningkatan pasokan global. Harga minyak mentah diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 45,30-$ 44,80, dan jika harga bergerak naik akan menembus kisaran Resistance $ 46,30-$ 46,80.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s