Harga Minyak Mentah Turun Tipis; Penurunan Pasokan AS Kurangi Kerugian

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka turun tipis pada akhir perdagangan Kamis dinihari (05/04), dengan sentimen positif kejutan penurunan dalam pasokan minyak mentah AS mengurangi kerugian dari terendah sesi yang dicapai pada awal perdagangan setelah China mengusulkan tarif pada ekspor AS yang memberi kekhawatiran akan perang perdagangan yang semakin berkembang.

Baik Brent dan minyak mentah AS meluncur ke posisi terendah dua minggu setelah China, importir terbesar bahan baku dunia, membalas pada rencana pemerintah Trump untuk memungut tarif pada $ 50 miliar barangnya, mengusulkan pengenaan pada berbagai impor AS termasuk kacang kedelai , pesawat, mobil, wiski, dan bahan kimia.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS berakhir turun 14 sen lebih rendah pada $ 63,37 per barel, rebound dari terendah sesi $ 62,06.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 5 sen menjadi $ 68,07 per barel pada 14:25. ET. Kontrak sebelumnya jatuh serendah $ 66,69.

Harga memangkas kerugian setelah Administrasi Informasi Energi merilis data yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 4,6 juta barel pada minggu terakhir. Analis memperkirakan peningkatan 246.000 barel.

Turunnya persediaan datang ketika kilang minyak mentah berjalan naik 141.000 barel per hari, menurut data EIA. Tingkat pemanfaatan kilang naik 0,7 poin persentase.

Namun, pasokan minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma naik 3,7 juta barel, kata EIA.

Produksi minyak mentah AS terus melonjak, mencapai rekor mingguan baru 10,46 juta barel per hari (bpd) dibandingkan dengan 10,43 juta barel per hari pekan lalu.

Sementara itu, produksi minyak OPEC jatuh pada Maret ke level terendah 11 bulan karena penurunan ekspor Angola, penghentian Libya dan penurunan lebih lanjut dalam produksi Venezuela, survei Reuters menyatakan.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada hari Selasa bahwa sebuah organisasi gabungan antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan negara-negara non-OPEC dapat dibentuk setelah kesepakatan saat ini pada pemangkasan produksi berakhir pada akhir tahun ini.

Produksi minyak utama Rusia naik pada Maret menjadi 10,97 juta barel per hari, naik dari 10,95 juta barel per hari pada Februari, data resmi menunjukkan awal pekan ini, mendorong beberapa pedagang khawatir aliansi OPEC-non-OPEC untuk membantu keseimbangan pasar minyak berada di bawah ancaman .

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak dapat bergerak positif terbantu penurunan persediaan minyak mentah mingguan AS. Namun jika ketegangan perang dagang menguat lagi, akan menekan harga. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 63,90-$ 64,40, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 62,90-$ 62,40.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s